Inilah Minyak Wangi Para Kyai Asli [ Jawara Kasturi ]

Minyak wangi menjadi alternatif bagi beberapa orang untuk menyamarkan bau badannya yang dapat mengganggu orang-orang yang berada di sekitarnya.

Bau badan yang mengganggu dapat menyebabkan masalah di sekitar, misalnya saat shalat, shalat bisa saja menjadi tidak khusyuk dikarenakan bau yang menusuk hidung sangat mengganggu konsentrasi.

Minyak wangi para kyai
Jawara Kasturi – Minyak wangi para kyai

Tak ayal banyak orang berlomba-lomba untuk mengharumkan tubuhnya dengan aroma harum dari parfum. Mulai dari menggunakan minyak wangi yang dijual di banyak toko minyak wangi ataupun hanya sekadar meniru minyak wangi para kyai yang sering dipakai sebagai kesunahan yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Jenis Minyak Wangi yang Dipakai Rasulullah

Pada zaman Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam jenis minyak wangi yang memiliki kualitas dan keharuman paling baik adalah minyak kasturi, menurut banyak hadis.

Minyak kasturi merupakan minyak yang terbuat dari bahan alami yakni kijang jantan. Namun sekarang banyak beredar minyak kasturi dari bahan lain seperti tumbuhan dan juga sintetis.

Sebagai minyak wangi Rasulullah dan juga minyak wangi para kyai, minyak kasturi memiliki kualitas bagus dan harganya pun mahal.

Namun terlepas dari hal itu, penggunaan jenis minyak wangi lain tentu tidak menjadi masalah, mengingat tidak semua orang mampu membeli minyak kasturi asli dengan kualitas yang terbaik seperti pada zaman Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Minyak wangi kedua yang disebut sebagai minyak kesukaan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah minyak ‘anbar.

Minyak ‘anbar terbuat dari bahan yang disebut ambergis, yakni zat mirip bubur yang dikeluarkan oleh paus. Ambergis biasa ditemukan dalam kondisi sudah mengeras dan terdampar di tepi pantai.

‘Anbar sangat langka dan harga yang dipatok juga lumayan mahal. Minyak ‘anbar dipercaya dapat mengubah aroma keringat yang dikeluarkan oleh tubuh, dan aroma yang dikeluarkan pun berbeda-beda jika tercampur dengan keringat manusia, beda individu beda pula aroma yang dikeluarkan. Keunikan inilah yang juga menambah nilai jual minyak ‘anbar.

Waktu yang Disunahkan Memakai Minyak Wangi

Kesunahan dalam minyak wangi tentu sudah dikatakan dalam hadis nabi bahwa Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam sangat menyukainya dan beliau mengatakan bahwa minyak wangi adalah kenikmatan dunia.

Bahkan beliau sering kali menggunakan minyak wangi saat hendak menunaikan ibadah shalat.

Dalam menggunakan minyak wangi, Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam menganjurkan untuk memakainya di waktu-waktu yang disunahkan.

Di antara waktu-waktu itu terdapat manfaat jika minyak wangi tersebut digunakan. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam mencontohkan bagaimana menempatkan penggunaan minyak wangi yang tepat, antara lain:

  1. Ketika hendak menunaikan Shalat Jumat

Hadis yang menerangkan bahwa adanya kesunahan menggunakan minyak wangi ketika hendak menunaikan ibadah Shalat Jumat sudah banyak disinggung dan memang hadis tersebut shahih. Sebelum berangkat menuju masjid disunahkan untuk mandi terlebih dahulu, memilih pakaian yang bagus, memotong kuku, mencukur kumis, serta memakai minyak wangi atau wewangian.

  1. Mengharumkan masjid

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Abu Daud disebutkan bahwa suatu ketika Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam menyuruh untuk mendirikan masjid di kampung dan kemudian dibersihkan dan diberi harum-haruman.

Memang sudah sepantasnya tempat ibadah diberi wewangian agar ketika shalat orang bisa berkonsentrasi dengan baik.

  1. Mengharumkan Ka’bah

Ka’bah merupakan tempat suci bagi umat Islam. Di dalamnya merupakan tempat yang dijadikan umat Islam untuk menunaikan rukun Islam nomor 5 yakni menunaikan ibadah haji.

Sudah selayaknya tempat suci tersebut diberi wewangian, karena memberi wewangian termasuk usaha untuk membersihkannya. Tempat suci yang wangi akan menambah kenikmatan dalam beribadah.

  1. Ketika hendak menunaikan Shalat Id

Seperti pada Shalat Jumat, umat Islam yang hendak menunaikan shalat pada dua hari raya pun disunahkan memakai wangi-wangian.

Kesunahan tersebut dikarenakan hari raya merupakan hari suci, hari besar umat Islam yang perlu dirayakan dengan cara menyucikan diri baik suci secara lahir maupun suci secara batin.

  1. Memakaikan minyak pada mayat

Disunahkan agar memberikan wewangian pada mayat yang meninggal tidak dalam keadaan ihram. Wewangian dipakaikan ketika selesai memandikan mayat.

Biasanya wewangian yang dipakaikan adalah kapur barus yang biasa diberikan sebelum ia dipakaikan kain kafan. Hal ini dilakukan agar mayat berbau harum dan tidak mengganggu saat proses pemakaman.

  1. Ketika wanita selesai haid

Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam menganjurkan untuk menambahkan minyak wangi, terutama kasturi, untuk dijadikan pengharum juga pembersih saat seorang wanita telah selesai dari haidnya dan ingin bersuci.

Minyak kasturi dipercaya dapat mencegah darah keluar kembali setelah haid selesai yang dapat mengganggu.

Waktu yang Dilarang Memakai Wewangian

  1. Memberikan wewangian pada mayat yang wafat dalam keadaan ihram

Mayat seseorang yang wafat dalam keadaan ihram dilarang untuk diberikan wangi-wangian baik sebelum dimandikan maupun sesudahnya.

Hal ini menurut Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam suatu hadisnya, karena orang yang wafat saat dalam keadaan ihram akan dibangkitkan oleh Allah SWT dalam keadaan berihram di hari kiamat nanti.

  1. Ketika sedang ihram

Para ulama menyepakati bahwa memakai wewangian pada saat sedang ihram tidak diperbolehkan, namun Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam membolehkan seseorang jika hanya sekadar mencium wewangian yang datang dari arah lain maupun yang datang dari orang lain. Hal ini sesuai dengan hadis nabi riwayat Bukhari dan Muslim.

  1. Bagi wanita yang sedang berkabung

Bagi wanita yang sedang berkabung dilarang memakai wewangian. Hal ini sesuai sabda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahwa wanita dilarang berkabung selama lebih dari tiga hari kecuali berkabung atas suaminya yang tidak boleh melebihi empat bulan sepuluh hari.

Selama berkabung tersebut dilarang menggunakan celak dan juga wewangian.

Terlepas dari waktu-waktu yang dianjurkan maupun waktu-waktu yang dilarang untuk memakai wewangian, jangan sampai menggunakan wewangian secara berlebih-lebihan.

Sesuatu yang berlebih-lebihan tidak disukai oleh Allah dan dapat menimbulkan kemudharatan bagi pelakunya maupun orang lain yang ada di sekitarnya.

Memakai parfum yang berlebih-lebihan juga akan mengganggu orang-orang di sekitarnya. Bisa saja orang yang menghirup parfum secara berlebihan bisa muntah, mabuk, bahkan pingsan.

Seseorang yang akan memakai parfum juga harus memperhatikan tempat, waktu, dan kondisi yang sedang dihadapinya saat itu.

Untuk membantu menemukan parfum yang beraroma lembut dan sesuai dengan sunah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam, Anda dapat mengunjungi JawaraStore.id untuk menemukan minyak kasturi asli yang berkualitas tinggi.

Jawara Kasturi - Minyak wangi kyai
Parfum Jawara Kasturi Asli – Minyak wangi para kyai

Memakai parfum kasturi dari JawaraStore.id akan membuat Anda merasakan sensasi minyak wangi kesukaan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Untuk informasi pembelian produk, keagenan, reseller dan distributor silahkan menghubungi kami, Admin : 0822-8854-2777 atau E-mail: info@jawarastore.id

Aroma minyak kasturi, minyak wangi para kyai, yang diimpor langsung dari India tidak akan membuat alergi orang yang menghirupnya karena aromanya yang lembut dan menenangkan.

Cukup dengan mengunjungi JawaraStore.id dan membeli Jawara Kasturi, ibadah Anda akan menjadi lebih khusyuk dan sekaligus menjalankan sunah Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

 

× Mau Tanya Produk? Chat aja ya..!